Monday, May 21, 2012

Yang lagi heboh di dunia parenting: Kontroversi Vaksin

Yuhuuu...aku disclaimer dulu ya, daripada nanti di tuntut!
postingan ini murni newbie-talk, opini pribadi dan sama sekali tidak berdasarkan ilmu kedokteran, sekedar sharing semata tanpa niat SARA dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.


So, jangan sue gue yaaakk... dan jangan pula mengajak gw berdebat kusir, piss yo!
Jadi...sejauh ini Pippo udah vaksin beberapa kali, as a new mom gue gak pernah namanya pusingin vaksin, sedari gw kecil kan udah vaksin dan gw baik2 aja ampe detik ini, jadi gw gak pernah denger adanya efek samping vaksin.
Jeger-nya adalah, saat gw buka fb ada ex-temen kantor gw publish artikel ttg pengalaman seorang ibu di yogya yang punya anak 3 kali, dan 3-3 nya meninggal sehabis di vaksin. Turut berduka cita yah untuk ibu yang di yogya itu...Jelas gw baca tuh artikel sampe terkebat kebit mengingat soon pippo akan vaksin lagi.
Siapa yang rela anaknya meninggal krn KIPI? tentu gak ada. Siapa yang rela anaknya meninggal karena sakit cacar atau sakit lainnya yg sebenernya di vaksin? gue surely believe gak ada! Knock on the wood ya.
Sebelumnya, yang heboh dengan KIPI itu sebenernya panjangannya dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk didalamnya tuh anak demam habis vaksin...menurut Dsa gw itu termasuk KIPI.
Jadi, Gong-nya setelah temen gw itu posting ttg kejadian KIPI..dia bikin status kalau dia akan menghentikan semua vaksinasi anaknya yg notabene jalan hampir 1th lah umur anaknya, mendadak ramai komentar. yang begini begitulah, mulai dari penghakiman masa sampe supporting anti vaksin ber sahut2an.
Gue gak ikut komen. bukan urusan gue. Tapi, yang jadi urusan gue: anak gue gimana donk!?
Kalo tentang vaksin MMR yang bikin autis itu gw sekali dua kali pernah denger, walaupun gak tau juga kebenarannya yah...tapi klo vaksin yang lain2 gue blom ada info sama sekali, tetapi membaca semua artikel mengenai antivaksin membuka mata gue bahwa orang kita mudah sekali di raise emosinya oleh berita yang beredar.
Di postingan ini, gw coba mengutip dan memberikan link tentang kontroversi vaksin, pada artikel kompasiana tentang ibu yg di yogya itu, gw membaca komentar yang ada benarnya:

Sebelum sampai kepada banyak atau tidaknya KIPI, perlu diketahui bahwa per definisi, KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi adalah kejadian2 diluar kelaziman efek samping yang diperkirakan mungkin terjadi pasca imunisasi. KIPI sangat mungkin disebabkan oleh kondisi2 penyerta yang memang sudah dialami bayi sebelum atau pada saat atau segera setelah imunisasi yang kemudian manifestasinya timbul bersamaan dg atau segera setelah imunisasi. Maka KIPI bukan serta merta disebabkan oleh imunisasi. Menyatakan semua kasus KIPI sebagai akibat dari imunisasi menunjukkan lemahnya pemahaman pembuat pernyataan atas perbedaan kata “sesudah/setelah/pasca” dengan kata “akibat”.

lalu ada lagi komentar seperti ini

Yang anehnya, bukannya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti otopsi, untuk memastikan bahwa ini bukan KIPI - tp mereka tetap bersikukuh bahwa ini kebetulan. Korban KIPI paling banyak muncul di daerah perifer atau pinggiran, bukan kota besar.
 Mungkin penulis belum pernah terjun sendiri ke lapangan menangani kasus KIPI sehingga tidak tahu bahwa untuk setiap kasus KIPI YANG DILAPORKAN oleh keluarga, petugas DinKesDa setempat memiliki prosedur pencatatan dan investigasi hingga ke kepolisian. Pihak kepolisian akan menempatkan nakes yg dilaporkan melakukan imunisasi dalam status tahanan rumah/kota sampai proses penyelidikan dinyatakan selesai untuk ditingkatkan atau tidak kasusnya ke pengadilan.

Nah, hal yang di atas itu sudah gw di konfirmasi oleh Dsa gue, benar bahwa kalau ada anak  yang berkasus KIPI itu pasti akan di investigasi.
Hari ini gw dikasih link ini , ini  dan ini sama temen kantor gw... dalam link itu semua yang ngomong dokter kalo gw gk salah yaa, mereka lagi bahas talkshow "Kontroversi seputar imunisasi".
Lalu karena makin penasaran gw pun browsing dan menemukan artikel ini dan ini. Bahkan nih ya, sampe bengong loh bacanya: ada yang mengatakan vaksin itu adalah alat pengendali populasi, baca di sini.


Nah, lalu ada pendapat begini "ya kalo lo tanya dokter ya udah pasti dia akan pro vaksin, namanya juga kerjaan dia ky gt, dan juga dia udah dari kuliah di tanemin ttg benefit vaksin!" 
Diluar daripada masalah Vaksin menyebabkan anak meninggal akibat KIPI lah, apakah ASI sungguh satu2 nya vaksin alami atau tidak, IMHO: vaksin itu sudah lah, jadikan keyakinan masing2 aja.
pembicaraan mengenai vaksin ini sama seperti orang2 yang masuk aliran nursing nazis.
kenapa gw bs bilang gt? karena orang2 yang berfikir seperti nursing nazis adalah orang2  yang sudah mematok harga mati terhadap prinsip yang di pegangnya dan keep judging others membabi buta totally tanpa melihat alasan dan pendapat orang lain.

kalau gueee, kalau gue yaaahh... gue tetap memvaksin anak gue, sabtu kemaren (19/5) pippo vaksin PCV dan Rotarix 2 (lanjutan). sebenernya dari kapan itu gue mau bahas tentang vaksin, tapi ternyata anti-vaksin lebih seru untuk dibahas..wkwkwk!
IMHO, dengan dunia kita yang dimana bakteri dan virus sudah bermutasi sedemikian rupa, ditambah gw tinggal di negara tropis dengan kondisi polusi dan makanan bercampur racun (kebanyakan nonton TV yang meliput makanan beracun) jadi gue memutuskan untuk mem-vaksin anak gue, ditambah lagi gue gak mau anak gue nantinya menjadi sumber penyakit bagi yang lain (eeaaa, kompor!)
kalau katanya ada slogan "educate yourself before you decide to vaccine your children", Yes gue setuju...memang benar, tapi...sungguh educate yourself lah! jangan sampai karena hanya dengar, hanya karena idealisme semata lalu menyebarkan isu serta berita yang tujuan nya hanya bikin kuping panas dan hati deg2an.


Jadi, intinya postingan ini tuh apa ya bonnie? lo ngemeng kayak gak jelas arah dan tujuannya!?!?! wkwkwk, maapkan yaaa, sebenernya sih UP TO YOU aja ttg anti vaksin, hanya...please gak usah bikin yang lain tambah galau dooongg...hahahaha! *talking to myself yang hampir kena racun galau vaksin*, *dilemparin sendal sama sejuta blogger yg baca*, eh? emang ada sejuta orang gt yang baca *plak!


moral of the story demikian:
Apapun yang menjadi keyakinan kita mengenai suatu ideologi, pemahaman ataupun pendapat sekalipun, memang benar menjadi hak masing2 individu, tetapi biarlah apa yang menjadi pengertian kita tidak di paksakan terhadap orang lain, terlebih menjadi ajang saling menghujat. Dalam pemahaman gue pribadi, gue mengutip kalimat  yang sering diucapkan kakak gue ketika membahas mengenai kelakuan baby sitter yang ditinggal working mom ngantor, ataupun mengenai vaksin ini: bahwa "Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang memelihara". jadi, walaupun gue mem-vaksin Philippo, biarlah Tuhan yang menjaga dia sepenuhnya..gue yakin rencana Tuhan lebih besar kuasanya dari vaksin ataupun KIPI sendiri. mari kita bersama2 katakan AMIIIINN :D

9 comments:

  1. anakku juga di vaksin, bon

    ga berani buka link2 diatas, abis takut beban pikiran dan parno...

    aku percaya saja pada dsa nya :0

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mel, endingnya gue juga percaya'in sama Dsa nya aja.. secara yah, gue juga gak mau ambil resiko gak vaksin, ngeri juga euy....

      Delete
  2. yah semua orang tua kan mau yang terbaik untuk anaknya, kalo beda pendapat sah2 aja, tapi emang jangan sampe over kali ya, toh sebenernya kita kan gak tau yang mana yang benar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ntu dia mba viol.. di seminar yang di link itu ada ibu2 sampe nangis2 gitu memperjuangkan pendapat nya... sampe titik darah penghabisan nampaknya :D

      Delete
  3. Memang sih terserah ama masing2 orang untuk punya opini berbeda. Cuman kalau anak2 yg tidak divaksin, suatu waktu dia bisa ketularan penyakit tsb krn dia gga ada antibody, nah..... jadi deh merebak tuh penyakit. Spt disini, penyakit cacar air tuh udah gga ada sebab babies disini pada divaksin. Tapi bbrp th yg lalu ada kejadian tuh di negara bagian mana gw lupa, penyakit yg udah punah di negara ini muncul lagi. Krn bbrp anak yg gga divaksinasi kena cacar air, terus menular ke anak lain. Intinya, gara2 nila setitik satu ember susu bisa rusak semua..... maksa banget yah peribahasa gw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. naaaahhh...pribahasanya bener banget tuh mba! makanya td aku blg, gak mau juga anakku jadi yang nyebarin virus :D
      krn emg bener, nanti nya ada anak yang terkena penyakit krn gak di vaksin...
      cuma ya gitu, susah juga klo orang udah punya prinsip yahhh..

      Delete
  4. Mbak, kenalin saya Sari, passive reader blog ini. setuju bgt dgn pendapat mbak. saya sndiri memutuskan utk tidak menggubris lg pro kontra vaksin, capek sndiri ngikutin perdebatan yg ga ada habisnya itu, dan tetap memvaksin anak saya (Sasi, 5m3w) krn sy percaya manfaat vaksin msh lbh besar drpd tdk memvaksin. prinsip sy sih my kid my rule, bodo amat org mo komentar apa..hehhhehe

    ReplyDelete
  5. Halo sari *jabat tangan* :)
    Iya, akhirannya emang udah lah biarin aja orang mau berpendapat apa, yang penting kita berusaha memberikan yang terbaik aja buat anak, toh yang paling tau apa yg terbaik utk anak kita ya ortu nya sendiri kan...
    Adeehh, 5 bulan lagi lucuk2 nya banget daaa... bentar lg MPASI yaa...senangnya :)

    ReplyDelete
  6. nah untuk masalah ini, beberapa saudara gw yang ga memvaksin anaknya malah comment "alhamd sampai sekarang anak2 belum pernah sakit macam2".. ahh anak2 itu harusnya bersyukur ma anak2 kita yang divaksin. karena anak2 yang divaksin akan membentuk herd communities. jadi kalau dalam suatu area lebih banyak anak yang divaksin dibanding yg tidak, maka kabur deh tu virus2. lucky them ya. nah tapi kalau sebaliknya... tanya siapa..

    ReplyDelete